Followers

Tuesday, November 6, 2018


Definisi Bandwith & Quality of service dll

Definisi & Jenis  Bandwith

Quality Of Service ( Qos )
Pengertian Manajement Bandwith & Manajement Bandwith Menggunakan Simple Queue
Metode Pembagian Bandwith Share

Arranged By : M. BAHRUDIN



Salam Najwa Tekno!!!
Selamat Datang di situs saya yang bertajuk Definisi Bandwith & Quality of service!!!
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas kesediaannya mengunjungi situs saya ini. Insya Allah, di situs ini anda akan banyak menemukan kreasi, inovasi serta motivasi yang terkait dengan dunia Teknologi pendidikan khususnya dunia pembelajaran di kelas. Situs ini saya persembahkan bagi para pendidik sekaligus juga untuk para pelajar yang ingin mengembangkan diri terutama dalam mengkreasi, menginovasi serta memotivasi diri anda baik sebagai guru maupun pelajar dalam pembelajaran. Disini anda dapat lebih memberdayakan potensi otak kanan sekaligus otak kiri sebagai bentuk kesyukuran kepada Allah SWT.

     A.    Pengertian Bandwidth
Bandwidth adalah suatu nilai konsumsi transfer data yang dihitung dalam bit/detik atau yang biasanya di sebut dengan bit per second (bps), antara server dan client dalam waktu tertentu. Atau definisi bandwidth yaitu luas atau lebar cakupan frekwensi yang dipakai oleh sinyal dalam medium transmisi. Jadi dapat disimpulkan bandwidth yaitu kapasitas maksimum dari suatu jalur komunikasi yang dipakai untuk mentransfer data dalam hitungan detik. Fungsi bandwidth adalah untuk menghitung transaksi data.
Bandwidth komputer dalam jaringan komputer, bandwidth ini sering dipakai sebagai suatu sinonim untuk data transfer rate, ialah jumlah data yang bisa dibawa dari sebuah titik ke titik lain dalam jangka waktu tertentu (biasanya dalam hitungan detik). Bandwitdh pada jaringan komputer ini umumnya diukur dalam bits per second (bps).
    B.     Jenis-Jenis Bandwidth
Apa itu bandwidth digital dan analog? Dlam sebuah jaringan komputer bandwidth terbagi menjadi dua macam diantaranya bandwidth digital dan analog dan penjelasannya di bawah ini:
·                     Bandwidth digital yaitu volume ataupun jumlah suatu data (dalam satuan bps atau bit per second) yang bisa dikirimkan melalui sebuah saluran komunikasi tanpa adanya distorsi.
·                     Bandwidth analog yaitu merupakan suatu perbedaan antara frekuensi yang terendah dan frekuensi yang tertinggi dalam sebuah rentang frekuensi yang diukur dalam satuan Hertz (Hz) yang bisa menentukan banyaknya informasi atau data yang dapat ditransmisikan dalam suatu saat.
    C.    Fungsi bandwidth
Fungsi bandwidth adalah untuk menghitung transaksi data. Bandwidth komputer dalam jaringan komputer,bandwidth ini sering dipakai sebagai suatu sinonim untuk data transfer rate, ialah jumlah data yang bisa dibawa dari sebuah titik ke titik lain dalam jangka waktu tertentu (biasanya dalam hitungan detik).
    D.    Pengertian Bandwidth Management
Bandwidth Management (pengelolaan lebar pita) adalah proses mengukur dan mengendalikan komunikasi (lalu lintas, paket) pada link jaringan, untuk menghindari mengisi link ke kapasitas atau overfilling link, yang akan menghasilkan kemacetan jaringan dan kinerja yang buruk dari jaringan. manajemen bandwidth diukur dalam bit per detik (bit / s) atau byte per detik (B / s).
    E.    Quality of service ( QoS 
Quality of service ( QoS ) adalah deskripsi atau pengukuran kinerja keseluruhan layanan, seperti jaringan telepon atau komputer atau layanan komputasi awan , terutama kinerja yang dilihat oleh pengguna jaringan. Untuk mengukur kualitas layanan secara kuantitatif, beberapa aspek terkait layanan jaringan sering dipertimbangkan, seperti kehilangan paket , bit rate , throughput , penundaan transmisi , ketersediaan , jitter , dll.
Di bidang jaringan komputer dan jaringan telekomunikasi packet-switched lainnya, kualitas layanan mengacu pada prioritisasi lalu lintas dan mekanisme kontrol reservasi sumber daya daripada kualitas layanan yang dicapai. Kualitas layanan adalah kemampuan untuk memberikan prioritas yang berbeda untuk aplikasi, pengguna, atau aliran data yang berbeda, atau untuk menjamin tingkat kinerja tertentu untuk aliran data.
Kualitas layanan sangat penting untuk pengangkutan lalu lintas dengan persyaratan khusus. Secara khusus, pengembang telah memperkenalkan teknologi Voice over IP untuk memungkinkan jaringan komputer menjadi berguna seperti jaringan telepon untuk percakapan audio, serta mendukung aplikasi baru dengan persyaratan kinerja jaringan yang lebih ketat.


Ada dua macam queue pada mikrotik : 
1. Simple Queue : merupakan cara termudah untuk melakukan management bandwidth yang diterapkan pada jaringan skala kecil sampai menengah untuk mengatur pemakaian bandwidth upload dan download tiap user.
2. Queue Tree : untuk mengimplementasikan fungsi yang lebih komplex dalam limit bandwidth pada mikrotik dimana penggunaan packet mark nya memiliki fungsi yang lebih baik. Digunakan untuk membatasi satu arah koneksi saja baik itu download maupun upload. Secara umum Queue Tree ini tidak terlihat berbeda dari Simple Queue.

Adapun perbedaan antara Simple Queue dengan Queue Tree :
Perbedaan yang bisa kita lihat langsung yaitu hanya dari sisi cara pakai atau penggunaannya saja. Dimana Queue Simple secara khusus memang dirancang untuk kemudahan konfigurasi sementara Queue Tree dirancang untuk melaksanakan tugas antrian yang lebih kompleks dan butuh pemahaman yang baik tentang aliran trafik. 
1. Simple Queue


·                     Memiliki aturan urutan yang sangat ketat, antrian diproses mulai dari yang paling atas sampai yang paling bawah.
·                     Mengatur aliran paket secara bidirectional (dua arah).
·                     Mampu membatasi trafik berdasarkan alamat IP.
·                     Satu antrian mampu membatasi trafik dua arah sekaligus (upload/download)
·                     Mendukung penggunaan PCQ sehingga mampu membagi bandwidth secara adil dan merata.
·                     Bisa menerapkan antrian yang ditandai melalui paket di /firewall mangle.
·                     Mampu membagi bandwidth secara fixed.
·                     Sesuai namanya, pengaturannya sangat sederhana dan cenderung statis, sangat cocok untuk admin yang tidak mau ribet dengan traffic control di /firewall mangle
2. Queue Tree


·                     Tidak memiliki urutan, setiap antrian akan diproses secara bersama-sama.
·                     Mengatur aliran paket secara directional (satu arah)
·                     Membutuhkan pengaturan /firewall mangle untuk membatasi trafik per IP.
·                     Membutuhkan pengaturan /firewall mangle terlebih dahulu untuk membedakan trafik download dan upload.
·                     Dinomorduakan setelah Queue Simple.
·                     Mendukung penggunaan PCQ sehingga mampu membagi bandwidth secara adil dan merata.
·                     Pengaturan antrian murni melalui paket yang ditandai di /firewall mangle.
·                     Mampu membagi bandwidth secara fixed.
·                     Lebih fleksibel dan butuh pemahaman yang baik di /firewall mangle khususnya tentang traffic control.
G.      Metode Pembagian Bandwidth Share
Selain digunakan untuk melakukan manajemen bandwidth fix seperti pada contoh sebelumnya, kita juga bisa memanfaatkan Simple Queue untuk melakukan pengaturan bandwidth share dengan menerapkan Limitasi Bertingkat. Konsep Limitasi Bertingkat bisa anda baca pada artikel Mendalami HTB pada QOS RouterOS Mikrotik
Contoh :
Kita akan melakukan pengaturan bandwidth sebesar 512kbps untuk digunakan 3 client.
Konsep:
1. Dalam keadaan semua client melakukan akses, maka masing-masing client akan mendapat bandwidth minimal 128kbps.
2. Jika hanya ada 1 Client yang melakukan akses, maka client tersebut bisa mendapatkan bandwidth hingga 512kbps.
3. Jika terdapat beberapa Client (tidak semua client) melakukan akses, maka bandwidth yang tersedia akan dibagi rata ke sejumlah client yg aktif.


Topologi Jaringan




·         Router kita tidak tahu berapa total bandwidth real yang kita miliki, maka kita harus definisikan pada langkah pertama. Pendefinisian ini bisa dilakukan dengan melakukan setting Queue Parent. Besar bandwidth yang kita miliki bisa diisikan pada parameter Target Upload Max-Limit dan Target Download Max-Limit.

Langkah selanjutnya kita akan menentukan limitasi per client dengan melakukan setting child-queue.
Pada child-queue kita tentukan target-address dengan mengisikan IP address masing-masing client. Terapkan Limit-at (CIR) : 128kbps dan Max-Limit (MIR) : 512kbps. Arahkan ke Parent Total Bandwidth yang kita buat sebelumnya.


·         Ulangi untuk memberikan limitasi pada client yang lain, sesuaikan Target-Address.

Selanjutnya lakukan pengetesan dengan melakukan download di sisi client.
Pada gambar berikut menunjukkan perbedaan kondisi penggunaan bandwidth client setelah dilakukan limitasi bertingkat.


·         
Kondisi 1
·         Kondisi 1 menunjukkan ketika hanya 1 client saja yg menggunakan bandwidth, maka Client tersebut bisa mendapat hingga Max-Limit.
·         Perhitungan : Pertama Router akan memenuhi Limit-at Client yaitu 128kbps. Bandwitdh yang tersedia masih sisa 512kbps-128kbps=384kbps. Karena client yang lain tidak aktif maka 384kbps yang tersisa akan diberikan lagi ke Client1 sehingga mendapat 128kbps+384kbps =512kbps atau sama dengan max-limit.


·         
Kondisi 2


·         Kondisi 2 menggambarkan ketika hanya 2 client yang menggunakan bandwidth.
Perhitungan : Pertama router akan memberikan limit-at semua client terlebih dahulu. Akumulasi Limit-at untuk 2 client = 128kbps x 2 =256kbps . Bandwidth total masih tersisa 256kbps. Sisa diberikan kemana.? Akan dibagi rata ke kedua Client.
Sehingga tiap client mendapat Limit-at + (sisa bandwidth / 2) = 128kbps+128kbps =256kbps

·         Kondisi 3

·         Kondisi 3 menunjukkan apabila semua client menggunakan bandwidth.
Perhitungan: Pertama Router akan memenuhi Limit-at tiap client lebih dulu, sehingga bandwidth yang digunakan 128kbps x 3 = 384kbps. Bandwidth total masih tersisa 128kbps. Sisa bandwidth akan dibagikan ke ketiga client secara merata sehingga tiap client mendapat 128kbps + (128kbps/3) = 170kbps.
Pada Limitasi bertingkat ini juga bisa diterapkan Priority untuk client. Nilai priority queue adalah 1-8 dimana terendah 8 dan tertinggi 1.
Contoh :
Client 1 adalah VVIP user, maka bisa diberikan Priority 1 (tertinggi).


·         Jika kita menerapkan priority perhitungan pembagian bandwidth hampir sama dengan sebelumnya. Hanya saja setelah limit-at semua client terpenuhi, Router akan melihat priority client. Router akan mencoba memenuhi Max-Limit client priority tertinggi dengan bandwidth yang masih tersedia.

·         Perhitungan: Client 1 mempunyai priority tertinggi maka router akan mencoba memberikan bandwidth sampai batas Max-Limit yaitu 512kbps. Sedangkan bandwidth yang tersisa hanya 128kbps, maka Client1 mendapat bandwidth sebesar Limit-at + Sisa Bandwidth = 128kbps+128kbps = 256kbps


·         Konsep pembagian bandwidth ini mirip ketika anda berlangganan internet dengan sistem Bandwidth share.
Limitasi bertingkat juga bisa diterapkan ketika dibutuhkan sebuah pengelompokkan pembagian bandwidth.

·         Tampak pada gambar, limitasi Client1 dan Client3 tidak menganggu limitasi Client2 karena sudah berbeda parent. Perhatikan max-limit pada Limitasi Manager dan Limitasi Staff.


·         Bypass Traffic Lokal
Ketika kita melakukan implementasi Simple Queue, dengan hanya berdasarkan target-address, maka Router hanya akan melihat dari mana traffic itu berasal. Sehingga kemanapun tujuan traffic nya (dst-address) tetap akan terkena limitasi. Tidak hanya ke arah internet, akan tetapi ke arah jaringan Lokal lain yang berbeda segment juga akan terkena limitasi.
Contoh :
• IP LAN 1 : 192.168.10.0/24
• IP LAN 2 : 192.168.11.0/24
Jika hanya dibuat Simple Queue dengan target-address : 192.168.10.0/24, traffic ke arah 192.168.11.0/24 juga akan terlimit. Agar traffic ke arah jaringan lokal lain tidak terlimit, kita bisa membuat Simple Queue baru dengan mengisikan dst-address serta tentukan Max-Limit sebesar maksimal jalur koneksi, misalnya 100Mbps. Kemudian letakkan rule tersebut pada urutan teratas (no. 0).

Rule Simple Queue dibaca dari urutan teratas (no. 0) sehingga dengan pengaturan tersebut traffic dari LAN1 ke LAN2 dan sebaliknya maksimum transfer rate sebesar 100Mbps atau setara dengan kecepatan kabel ethernet.


Sekian
Kurang Lebihnya Mohon Maaf yang Sebesar-besarnya
😍😍😎😎😎😈😇

Tugas RBJ: M. BAHRUDIN
        Kelas : XII TKJ



Thursday, August 23, 2018


Seputar Network Operation Center (NOC)





Halo Sobat ,Disini Saya Akan Share Ilmu Yang Semoga Bisa Bermanfaat Dunia Akhirat Ya Sobat,
Disini Saya Akan Share Ilmu Mengenai Definisi ISP,Sejarah ISP,Fungsi ISP,Jenis ISP,Komponen ISP Dan Semua Yang Berhubungan Dengan ISP ,Jangan Lupa Like And Koment Ya Sobat Karna Koment Sobat Akan Berharga Untuk Saya Sebagai Motivasi For Saya.


  1. Pengertian Network Operation Center (NOC)

Network Operation Center (NOC) Adalah tempat administrator yang mengawasi, memantau dan mengamankan jaringan komunikasi. Berupa sebuah ruangan yang berisi visualisasi dari jaringan atau jaringan yang sedang dipantau, workstation di mana status rinci jaringan dapat dilihat, dan perangkat lunak yang diperlukan untuk mengelola jaringan.
NOC merupakan perangkat infrastruktur yang melakukan fungsi-fungsi pengaturan, pengendalian, dan pengawasan jaringan (network) sedemikian rup sehingga dapat berfungsi sesuai dengan standar pelayanan yang diberikan.

  2.  Tugas NOC

Tugas NOC adalah menangani konfigurasi dan perubahan manajemen jaringan, network security, performance dan policy monitoring, pelaporan, jaminan kualitas, scheduling dan dokumentasi dengan memanfaatkan kemampuan management network, monitoring dan analysis tools.
Kegiatan pada NOC adalah memberikan support selama 24 jam dengan aktivitas sebagai berikut
1  .   Memonitor operais semua hubungan backbone dan pendukung jaringan lainnya.
2  .   Menjamin bahwa server dan pelayanan bekerja secara terus menerus selama 24 jam.
3  .   Memberi jaminan untuk mendukung kualitas layanan jaringan kepada pengguna.
4  .   Perbaikan semua masalah jaringan dan sistem terkait.
5  .   Membuka pelacakan dan resolusi dokumentasi permasalahan pada sistem jaringan.
6  .   Serial Digital VideoASI , multiplex dan data stream DVB pemantauan teknis Jaringan
7  .   RFdan IF distribusi
8  .   video turnaround layanan Monitoring
9  .   Mengawasi, memantau dan memelihara jaringan telekomunikasi. 
3  .   Layanan NOC
   
     NOC biasanya menyediakan layanan dan kemampuan berikut:
     1.   Perumahan jaringan switching, routing peralatan.
     2.   Perumahan server dan peralatan penyimpanan data.
     3.   Pemantauan link backbone semua dan perangkat jaringan.
     4.    Memastikan operasional yang berkesinambungan dari server dan jasa.
     5.    Memberikan dukungan yang berkualitas bagi pelanggan internal maupun eksternal.
     6.    Mengatasi masalah dari semua masalah jaringan dan sistem yang terkait
     7.   Sebuah perusahaan besar biasanya memiliki sendiri Network Operation Center, yang           mendukung seluruh atau sebagian dari perusahaan. Sekarang ada beroperasi secara komersial   Network Operation Center untuk memberikan layanan kepada perusahaan lain.

    .    Fungsi Noc

  NOC bertanggung jawab untuk memantau jaringan untuk alarm atau kondisi tertentu yang memerlukan perhatian khusus untuk menghindari dampak pada kinerja jaringan. Sebagai contoh, dalam telekomunikasi lingkungan, NOC bertanggung jawab untuk memantau atas kegagalan listrik, alarm jalur komunikasi (seperti kesalahan bit , framing kesalahan, kesalahan coding baris, dan sirkuit ke bawah) dan masalah kinerja lain yang dapat mempengaruhi jaringan. menganalisis masalah NOC, melakukan pemecahan masalah, berkomunikasi dengan teknisi situs dan NOC lainnya, dan masalah melacak melalui resolusi. Jika perlu, NOC meningkat masalah kepada personil yang tepat. Untuk kondisi parah yang tidak mungkin untuk mengantisipasi - seperti listrik atau kabel serat optik cut - NOC memiliki prosedur di tempat untuk segera menghubungi teknisi untuk memperbaiki masalah.

  5.  Point of Presence atau POP

Point of Presence atau POP pada lingkungan Penyedia Jasa Internet (ISP) adalah istilah yang menunjukkan bagian infrastruktur terluar dari sebuah ISP yang menghubungkan ISP tersebut kepada pelanggan (baca : titik ISP terdekat dari pelanggan), dimana infrastruktur POP tersebut dapat meliputi sejumlah perangkat fisik yang bertugas melakukan pembuatan dan pemutusan sambungan (titik terminasi atau demarkasi) antara sebuah ISP dan pelanggannya.
     Bila dilihat dari model jaringan komputer, infrastruktur POP ini dapat berada pada bagian jaringan akses (access network) yang langsung berhubungan dengan pelanggan atau pada bagian jaringan distribusi (distribution network) yang menggabungkan beberapaaccess network dan menghubungkan mereka kedalam jaringan inti (core network) dari sebuah ISP.
     Bentuk infrastruktur POP sendiri dapat berupa sebuah kotak sedang berdimensi 1x1x0,5 meter yang 'biasanya' terdapat pada beberapa tepian jalan raya, atau dapat berupa sebuah bangunan rumah kotak kecil sederhana.

6.        Peralatan
Perangkat yang terdapat didalam sebuah infrastruktur POP biasanya terdiri dari :
·    Server akses atau Remote Access Server, atau saat ini biasa dikenal dengan Broadband Remote Access Server (BRAS) yang bertugas melakukan fungsiAuthentication, Authorization dan Accounting atau AAA bagi pelanggan sebuah ISP.
·     Switch akses atau access switch, yaitu switch yang berfungsi sebagai penghubung langsung antara pelanggan bagi layanan jaringan pribadi atauprivate WAN maupun ke internet.
·     Switch distribusi atau distribution switch, yaitu switch yang bertugas menggabungkan beberapa switch akses (aggregat) untuk kemudian disambungkan kedalam jaringan inti atau core network dalam sebuah ISP.
·     Access multiplexer atau biasa dikenal sebagai Digital Subscriber Line Access Multiplexer (DSLAM), yaitu perangkat yang berfungsi sebagai alat pengumpul sambungan akses (aggregat) dengan input berupa beberapa sambungan kecil pada sisi pelanggan menjadi output sebuah sambungan yang lebih besar untuk disalurkan ke sisi ISP.
7.    Cara Penentuan Lokasi Perusahaan

Terdapat 2 (dua) cara menentukan lokasi perusahaan, yaitu :
Cara kualitatif
Dengan cara ini diadakan penilaian secara kualitatif terfadap faktor-faktor yang dianggap relevan atau memegang peranan peda setiap lokasi. Faktor yang dinilai adalah : bahan baku; tenaga kerja; tenaga pembangkit listrik; transportasi; pasar (konsumen).
Cara kuantitatif
Dengan cara ini hasil analisis kualitatif dikuantifikasikan dengan cara memberikan nilai pada masing-masing kriteria.
8.        Jenis letak NOC

Letak perusahaan yang terikat pada alam
·         Letak perusahaan ini sangat ditentukan oleh sumber-sumber alam, contohnya pada ketersediaan dan kemudahan bahan baku. Perusahaan yang berkaitan dengan bahan-bahan tambang umumnya terletak di daerah faktor produksi alamnya.
Letak perusahaan berdasarkan sejarah.
·         Dalam hal ini perusahaan menjalankan aktivitasnya di suatu daerah tertentu karena alasan yang hanya dapat dijelaskan berdasarkan sejarah. Contohnya, perusahaan batik banyak didirikan di Jogja, karena pada mulanya batik dikerjakan para wanita keraton untuk mengisi waktu senggangnya.
Letak perusahaan yang ditetapkan oleh pemerintah
·         Dalam hal ini pemerintahlah yang menentukan dimana perusahaan harus menjalankan aktivitasnya atas dasar pertimbangan keamanan, politik, kesehatan, dan sebagainya.

Letak perusahaan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi
·           Pada umumnya jenis perusahaan ini adalah perusahaan industri.
 Dekat dengan penyedia sumber tenaga atau energy
·           Contohnya adalah dekat dengan sumber air yang merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan perusahaan dalam mendukung kelancaran aktivitas disamping dapat berfungsi sebagai pembangkit tenaga listrik yang sangat dibutuhkan perusahaan.




😎😎😈👮
Tugas RBJ buat web materi ISP : M. BAHRUDIN

Kelas /Jurusan                             : XII/TKJ

Arranged by : M.BAHRUDIN