Definisi Bandwith & Quality of
service dll
Definisi & Jenis
Bandwith
Quality Of Service ( Qos )
Pengertian Manajement
Bandwith & Manajement Bandwith Menggunakan Simple Queue
Metode Pembagian Bandwith
Share
Arranged By : M. BAHRUDIN
Salam Najwa Tekno!!!
Selamat Datang di situs saya
yang bertajuk Definisi
Bandwith & Quality of service!!!
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas kesediaannya mengunjungi
situs saya ini. Insya Allah, di situs ini anda akan banyak menemukan kreasi,
inovasi serta motivasi yang terkait dengan dunia Teknologi pendidikan khususnya
dunia pembelajaran di kelas. Situs ini saya persembahkan bagi para pendidik
sekaligus juga untuk para pelajar yang ingin mengembangkan diri terutama dalam
mengkreasi, menginovasi serta memotivasi diri anda baik sebagai guru maupun
pelajar dalam pembelajaran. Disini anda dapat lebih memberdayakan potensi otak
kanan sekaligus otak kiri sebagai bentuk kesyukuran kepada Allah SWT.
A. Pengertian Bandwidth
Bandwidth adalah suatu nilai konsumsi transfer data yang dihitung dalam
bit/detik atau yang biasanya di sebut dengan bit per second (bps), antara server
dan client dalam waktu tertentu. Atau definisi bandwidth yaitu luas atau lebar
cakupan frekwensi yang dipakai oleh sinyal dalam medium transmisi. Jadi dapat
disimpulkan bandwidth yaitu kapasitas maksimum dari suatu jalur komunikasi yang
dipakai untuk mentransfer data dalam hitungan detik. Fungsi bandwidth adalah
untuk menghitung transaksi data.
Bandwidth komputer dalam jaringan komputer, bandwidth ini sering dipakai
sebagai suatu sinonim untuk data transfer rate, ialah jumlah data yang bisa
dibawa dari sebuah titik ke titik lain dalam jangka waktu tertentu (biasanya
dalam hitungan detik). Bandwitdh pada jaringan komputer ini umumnya diukur
dalam bits per second (bps).
B. Jenis-Jenis Bandwidth
Apa itu bandwidth digital dan analog?
Dlam sebuah jaringan komputer bandwidth terbagi menjadi dua macam diantaranya
bandwidth digital dan analog dan penjelasannya di bawah ini:
·
Bandwidth digital yaitu volume ataupun jumlah suatu data (dalam satuan bps
atau bit per second) yang bisa dikirimkan melalui sebuah saluran komunikasi
tanpa adanya distorsi.
·
Bandwidth analog yaitu merupakan suatu perbedaan antara frekuensi yang
terendah dan frekuensi yang tertinggi dalam sebuah rentang frekuensi yang
diukur dalam satuan Hertz (Hz) yang bisa menentukan banyaknya informasi atau
data yang dapat ditransmisikan dalam suatu saat.
C. Fungsi bandwidth
Fungsi bandwidth adalah untuk menghitung
transaksi data. Bandwidth komputer dalam jaringan
komputer,bandwidth ini sering dipakai sebagai suatu sinonim untuk data
transfer rate, ialah jumlah data yang bisa dibawa dari sebuah titik ke titik
lain dalam jangka waktu tertentu (biasanya dalam hitungan detik).
D. Pengertian Bandwidth Management
Bandwidth Management (pengelolaan lebar pita) adalah proses mengukur dan
mengendalikan komunikasi (lalu lintas, paket) pada link jaringan, untuk
menghindari mengisi link ke kapasitas atau overfilling link, yang akan
menghasilkan kemacetan jaringan dan kinerja yang buruk dari jaringan. manajemen
bandwidth diukur dalam bit per detik (bit / s) atau byte per detik (B / s).
E. Quality of service ( QoS
Quality of service ( QoS ) adalah deskripsi atau pengukuran
kinerja keseluruhan layanan, seperti jaringan telepon atau komputer atau layanan komputasi awan , terutama kinerja
yang dilihat oleh pengguna jaringan. Untuk mengukur kualitas layanan
secara kuantitatif, beberapa aspek terkait layanan jaringan sering
dipertimbangkan, seperti kehilangan paket , bit rate , throughput , penundaan transmisi , ketersediaan , jitter , dll.
Di bidang jaringan komputer dan jaringan
telekomunikasi packet-switched lainnya, kualitas layanan
mengacu pada prioritisasi lalu lintas dan mekanisme kontrol reservasi sumber
daya daripada kualitas layanan yang dicapai. Kualitas layanan adalah
kemampuan untuk memberikan prioritas yang berbeda untuk aplikasi, pengguna,
atau aliran data yang berbeda, atau untuk
menjamin tingkat kinerja tertentu untuk aliran data.
Kualitas layanan sangat penting untuk pengangkutan lalu lintas dengan
persyaratan khusus. Secara khusus, pengembang telah memperkenalkan
teknologi Voice over IP untuk memungkinkan jaringan
komputer menjadi berguna seperti jaringan telepon untuk percakapan audio, serta
mendukung aplikasi baru dengan persyaratan kinerja jaringan yang lebih ketat.
Ada dua macam queue pada mikrotik :
1. Simple Queue : merupakan cara termudah untuk melakukan management bandwidth yang diterapkan pada jaringan skala kecil sampai menengah untuk mengatur pemakaian bandwidth upload dan download tiap user.
2. Queue Tree : untuk mengimplementasikan fungsi yang lebih komplex dalam limit bandwidth pada mikrotik dimana penggunaan packet mark nya memiliki fungsi yang lebih baik. Digunakan untuk membatasi satu arah koneksi saja baik itu download maupun upload. Secara umum Queue Tree ini tidak terlihat berbeda dari Simple Queue.
Adapun perbedaan antara Simple Queue dengan Queue Tree :
Perbedaan yang bisa kita lihat langsung yaitu hanya dari sisi cara pakai atau penggunaannya saja. Dimana Queue Simple secara khusus memang dirancang untuk kemudahan konfigurasi sementara Queue Tree dirancang untuk melaksanakan tugas antrian yang lebih kompleks dan butuh pemahaman yang baik tentang aliran trafik.
1. Simple Queue
1. Simple Queue : merupakan cara termudah untuk melakukan management bandwidth yang diterapkan pada jaringan skala kecil sampai menengah untuk mengatur pemakaian bandwidth upload dan download tiap user.
2. Queue Tree : untuk mengimplementasikan fungsi yang lebih komplex dalam limit bandwidth pada mikrotik dimana penggunaan packet mark nya memiliki fungsi yang lebih baik. Digunakan untuk membatasi satu arah koneksi saja baik itu download maupun upload. Secara umum Queue Tree ini tidak terlihat berbeda dari Simple Queue.
Adapun perbedaan antara Simple Queue dengan Queue Tree :
Perbedaan yang bisa kita lihat langsung yaitu hanya dari sisi cara pakai atau penggunaannya saja. Dimana Queue Simple secara khusus memang dirancang untuk kemudahan konfigurasi sementara Queue Tree dirancang untuk melaksanakan tugas antrian yang lebih kompleks dan butuh pemahaman yang baik tentang aliran trafik.
1. Simple Queue
·
Memiliki aturan urutan yang sangat ketat, antrian diproses mulai dari yang
paling atas sampai yang paling bawah.
·
Mengatur aliran paket secara bidirectional (dua arah).
·
Mampu membatasi trafik berdasarkan alamat IP.
·
Satu antrian mampu membatasi trafik dua arah sekaligus (upload/download)
·
Mendukung penggunaan PCQ sehingga mampu membagi bandwidth secara adil dan
merata.
·
Bisa menerapkan antrian yang ditandai melalui paket di /firewall mangle.
·
Mampu membagi bandwidth secara fixed.
·
Sesuai namanya, pengaturannya sangat sederhana dan cenderung statis, sangat
cocok untuk admin yang tidak mau ribet dengan traffic control di /firewall
mangle
2. Queue Tree
·
Tidak memiliki urutan, setiap antrian akan diproses secara bersama-sama.
·
Mengatur aliran paket secara directional (satu arah)
·
Membutuhkan pengaturan /firewall mangle untuk membatasi trafik per IP.
·
Membutuhkan pengaturan /firewall mangle terlebih dahulu untuk membedakan
trafik download dan upload.
·
Dinomorduakan setelah Queue Simple.
·
Mendukung penggunaan PCQ sehingga mampu membagi bandwidth secara adil dan
merata.
·
Pengaturan antrian murni melalui paket yang ditandai di /firewall mangle.
·
Mampu membagi bandwidth secara fixed.
·
Lebih fleksibel dan butuh pemahaman yang baik di /firewall mangle khususnya
tentang traffic control.
G. Metode Pembagian
Bandwidth Share
Selain digunakan untuk melakukan manajemen bandwidth fix seperti pada contoh sebelumnya, kita juga bisa memanfaatkan Simple Queue untuk melakukan pengaturan bandwidth share dengan menerapkan Limitasi Bertingkat. Konsep Limitasi Bertingkat bisa anda baca pada artikel Mendalami HTB pada QOS RouterOS Mikrotik
Contoh :
Kita akan melakukan pengaturan bandwidth sebesar 512kbps untuk digunakan 3 client.
Konsep:
1. Dalam keadaan semua client melakukan akses, maka masing-masing client akan mendapat bandwidth minimal 128kbps.
2. Jika hanya ada 1 Client yang melakukan akses, maka client tersebut bisa mendapatkan bandwidth hingga 512kbps.
3. Jika terdapat beberapa Client (tidak semua client) melakukan akses, maka bandwidth yang tersedia akan dibagi rata ke sejumlah client yg aktif.
Selain digunakan untuk melakukan manajemen bandwidth fix seperti pada contoh sebelumnya, kita juga bisa memanfaatkan Simple Queue untuk melakukan pengaturan bandwidth share dengan menerapkan Limitasi Bertingkat. Konsep Limitasi Bertingkat bisa anda baca pada artikel Mendalami HTB pada QOS RouterOS Mikrotik
Contoh :
Kita akan melakukan pengaturan bandwidth sebesar 512kbps untuk digunakan 3 client.
Konsep:
1. Dalam keadaan semua client melakukan akses, maka masing-masing client akan mendapat bandwidth minimal 128kbps.
2. Jika hanya ada 1 Client yang melakukan akses, maka client tersebut bisa mendapatkan bandwidth hingga 512kbps.
3. Jika terdapat beberapa Client (tidak semua client) melakukan akses, maka bandwidth yang tersedia akan dibagi rata ke sejumlah client yg aktif.
Topologi Jaringan
· Router kita tidak tahu
berapa total bandwidth real yang kita miliki, maka kita harus definisikan pada
langkah pertama. Pendefinisian ini bisa dilakukan dengan melakukan setting
Queue Parent. Besar bandwidth yang kita miliki bisa diisikan pada
parameter Target Upload Max-Limit dan Target Download Max-Limit.
Langkah selanjutnya kita akan menentukan limitasi per client dengan melakukan setting child-queue.
Pada child-queue kita tentukan target-address dengan mengisikan IP address masing-masing client. Terapkan Limit-at (CIR) : 128kbps dan Max-Limit (MIR) : 512kbps. Arahkan ke Parent Total Bandwidth yang kita buat sebelumnya.
Langkah selanjutnya kita akan menentukan limitasi per client dengan melakukan setting child-queue.
Pada child-queue kita tentukan target-address dengan mengisikan IP address masing-masing client. Terapkan Limit-at (CIR) : 128kbps dan Max-Limit (MIR) : 512kbps. Arahkan ke Parent Total Bandwidth yang kita buat sebelumnya.
· Ulangi untuk
memberikan limitasi pada client yang lain, sesuaikan Target-Address.
Selanjutnya lakukan pengetesan dengan melakukan download di sisi client.
Pada gambar berikut menunjukkan perbedaan kondisi penggunaan bandwidth client setelah dilakukan limitasi bertingkat.
Selanjutnya lakukan pengetesan dengan melakukan download di sisi client.
Pada gambar berikut menunjukkan perbedaan kondisi penggunaan bandwidth client setelah dilakukan limitasi bertingkat.
·
Kondisi 1
Kondisi 1
· Kondisi 1 menunjukkan
ketika hanya 1 client saja yg menggunakan bandwidth, maka Client tersebut bisa
mendapat hingga Max-Limit.
· Perhitungan : Pertama Router
akan memenuhi Limit-at Client yaitu 128kbps. Bandwitdh yang tersedia masih sisa
512kbps-128kbps=384kbps. Karena client yang lain tidak aktif maka 384kbps yang
tersisa akan diberikan lagi ke Client1 sehingga mendapat 128kbps+384kbps
=512kbps atau sama dengan max-limit.
·
Kondisi 2
Kondisi 2
· Kondisi 2
menggambarkan ketika hanya 2 client yang menggunakan bandwidth.
Perhitungan : Pertama router akan memberikan limit-at semua client terlebih dahulu. Akumulasi Limit-at untuk 2 client = 128kbps x 2 =256kbps . Bandwidth total masih tersisa 256kbps. Sisa diberikan kemana.? Akan dibagi rata ke kedua Client.
Sehingga tiap client mendapat Limit-at + (sisa bandwidth / 2) = 128kbps+128kbps =256kbps
Perhitungan : Pertama router akan memberikan limit-at semua client terlebih dahulu. Akumulasi Limit-at untuk 2 client = 128kbps x 2 =256kbps . Bandwidth total masih tersisa 256kbps. Sisa diberikan kemana.? Akan dibagi rata ke kedua Client.
Sehingga tiap client mendapat Limit-at + (sisa bandwidth / 2) = 128kbps+128kbps =256kbps
· Kondisi 3
· Kondisi 3 menunjukkan
apabila semua client menggunakan bandwidth.
Perhitungan: Pertama Router akan memenuhi Limit-at tiap client lebih dulu, sehingga bandwidth yang digunakan 128kbps x 3 = 384kbps. Bandwidth total masih tersisa 128kbps. Sisa bandwidth akan dibagikan ke ketiga client secara merata sehingga tiap client mendapat 128kbps + (128kbps/3) = 170kbps.
Pada Limitasi bertingkat ini juga bisa diterapkan Priority untuk client. Nilai priority queue adalah 1-8 dimana terendah 8 dan tertinggi 1.
Contoh :
Client 1 adalah VVIP user, maka bisa diberikan Priority 1 (tertinggi).
Perhitungan: Pertama Router akan memenuhi Limit-at tiap client lebih dulu, sehingga bandwidth yang digunakan 128kbps x 3 = 384kbps. Bandwidth total masih tersisa 128kbps. Sisa bandwidth akan dibagikan ke ketiga client secara merata sehingga tiap client mendapat 128kbps + (128kbps/3) = 170kbps.
Pada Limitasi bertingkat ini juga bisa diterapkan Priority untuk client. Nilai priority queue adalah 1-8 dimana terendah 8 dan tertinggi 1.
Contoh :
Client 1 adalah VVIP user, maka bisa diberikan Priority 1 (tertinggi).
· Jika kita menerapkan
priority perhitungan pembagian bandwidth hampir sama dengan sebelumnya. Hanya
saja setelah limit-at semua client terpenuhi, Router akan melihat priority
client. Router akan mencoba memenuhi Max-Limit client priority tertinggi dengan
bandwidth yang masih tersedia.
· Perhitungan: Client 1 mempunyai
priority tertinggi maka router akan mencoba memberikan bandwidth sampai batas
Max-Limit yaitu 512kbps. Sedangkan bandwidth yang tersisa hanya 128kbps, maka
Client1 mendapat bandwidth sebesar Limit-at + Sisa Bandwidth = 128kbps+128kbps =
256kbps
· Konsep pembagian
bandwidth ini mirip ketika anda berlangganan internet dengan sistem Bandwidth
share.
Limitasi bertingkat juga bisa diterapkan ketika dibutuhkan sebuah pengelompokkan pembagian bandwidth.
Limitasi bertingkat juga bisa diterapkan ketika dibutuhkan sebuah pengelompokkan pembagian bandwidth.
· Tampak pada gambar,
limitasi Client1 dan Client3 tidak menganggu limitasi Client2 karena sudah
berbeda parent. Perhatikan max-limit pada Limitasi Manager dan Limitasi Staff.
· Bypass Traffic Lokal
Ketika kita melakukan implementasi Simple Queue, dengan hanya berdasarkan target-address, maka Router hanya akan melihat dari mana traffic itu berasal. Sehingga kemanapun tujuan traffic nya (dst-address) tetap akan terkena limitasi. Tidak hanya ke arah internet, akan tetapi ke arah jaringan Lokal lain yang berbeda segment juga akan terkena limitasi.
Contoh :
• IP LAN 1 : 192.168.10.0/24
• IP LAN 2 : 192.168.11.0/24
Jika hanya dibuat Simple Queue dengan target-address : 192.168.10.0/24, traffic ke arah 192.168.11.0/24 juga akan terlimit. Agar traffic ke arah jaringan lokal lain tidak terlimit, kita bisa membuat Simple Queue baru dengan mengisikan dst-address serta tentukan Max-Limit sebesar maksimal jalur koneksi, misalnya 100Mbps. Kemudian letakkan rule tersebut pada urutan teratas (no. 0).
Rule Simple Queue dibaca dari urutan teratas (no. 0) sehingga dengan pengaturan tersebut traffic dari LAN1 ke LAN2 dan sebaliknya maksimum transfer rate sebesar 100Mbps atau setara dengan kecepatan kabel ethernet.
Ketika kita melakukan implementasi Simple Queue, dengan hanya berdasarkan target-address, maka Router hanya akan melihat dari mana traffic itu berasal. Sehingga kemanapun tujuan traffic nya (dst-address) tetap akan terkena limitasi. Tidak hanya ke arah internet, akan tetapi ke arah jaringan Lokal lain yang berbeda segment juga akan terkena limitasi.
Contoh :
• IP LAN 1 : 192.168.10.0/24
• IP LAN 2 : 192.168.11.0/24
Jika hanya dibuat Simple Queue dengan target-address : 192.168.10.0/24, traffic ke arah 192.168.11.0/24 juga akan terlimit. Agar traffic ke arah jaringan lokal lain tidak terlimit, kita bisa membuat Simple Queue baru dengan mengisikan dst-address serta tentukan Max-Limit sebesar maksimal jalur koneksi, misalnya 100Mbps. Kemudian letakkan rule tersebut pada urutan teratas (no. 0).
Rule Simple Queue dibaca dari urutan teratas (no. 0) sehingga dengan pengaturan tersebut traffic dari LAN1 ke LAN2 dan sebaliknya maksimum transfer rate sebesar 100Mbps atau setara dengan kecepatan kabel ethernet.
Sekian
Kurang Lebihnya Mohon Maaf yang Sebesar-besarnya
πππππππ
Tugas RBJ: M. BAHRUDIN
Kelas : XII TKJ










thanks for your submission :)
ReplyDelete